Selasa, 04 Januari 2011

Masjid Banten



A. Sejarah Berdirinya Masjid Agung Banten

Bangunan masjid yang terletak sekira 10 km sebelah utara Kota Serang ini merupakan peninggalan Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), putera pertama Sunan Gunung Jati. Konon, pembangunan Masjid Agung Banten bermula dari instruksi Sunan Gunung Jati kepada Hasanuddin untuk mencari sebidang tanah yang masih suci untuk pembangunan Kerajaan Banten. Hasanuddin lalu shalat dan bermunajat kepada Allah agar diberi petunjuk tentang tanah yang dimaksud ayahandanya. Setelah berdo’a, spontanitas air laut yang berada di sekitarnya menyibak menjadi daratan. Selanjutnya, Hasanuddin mulai mendirikan Kerajaan Banten beserta komponen-komponen lainnya, seperti alun-alun, pasar dan masjid agung.

Dalam pembangunan masjid agung, salah satu arsiteknya adalah Raden Sepat. Raden Sepat dari Majapahit, kemudian membangun Masjid Demak, Cirebon dan Masjid Banten Lama ini. Selain itu Masjid Agung Banten juga memiliki salah satu kekhasan yang tampak yaitu atap bangunan utama yang bertumpuk lima, mirip pagoda China. Ini adalah karya arsitektur China yang bernama Tjek Ban Tjut. Selain itu pula masjid Agung Banten ini memiliki paviliun yang di rancang oleh arsitek Belanda Hendrik Lucasz Cardeel pada abad 18 yang berfungsi sebagai ruang pertemuan penting. Dengan dirancang oleh arsitek-arsitek hebat dari berbagai negara itulah yang menjadikan masjid Agung Banten menjadi seperti yang ada sekarang.

B. Keunikan Masjid Agung Banten

1. Atap Masjid

Salah satu kekhasan yang tampak dari masjid ini adalah atap bangunan utama yang bertumpuk lima, mirip pagoda China. Yang paling menarik dari atap Masjid Agung Banten adalah justru pada dua tumpukan atap konsentris paling atas yang samar-samar mengingatkan idiom pagoda Cina. Kedua atap itu berdiri tepat di atas puncak tumpukan atap ketiga dengan sistem struktur penyalur gaya yang bertemu pada satu titik. Peletakan seperti itu memperlihatkan kesan seakan-akan atap dalam posisi kritis dan mudah goyah, namun hal ini justru menjadi daya tarik tersendiri.

Dua tumpukan atap paling atas itu tampak lebih berfungsi sebagai mahkota dibanding sebagai atap penutup ruang bagian dalam bangunan. Tak heran jika bentuk dan ekspresi seperti itu sebetulnya dapat dibaca dalam dua penafsiran: masjid beratap tumpuk lima atau masjid beratap tumpuk tiga dengan ditambah dua mahkota di atasnya sebagai elemen estetik.

Ini adalah karya arsitektur China yang bernama Tjek Ban Tjut. Konon, masjid yang dibangun pada awal masuknya Islam ke Pulau Jawa ini desainnya dirancang dan dikerjakan oleh Raden Sepat. Ia adalah seorang ahli perancang bangunan dari Majapahit yang sudah berpengalaman menangani pembangunan masjid, seperti Demak dan Cirebon.Dua buah serambi yang dibangun kemudian menjadi pelengkap di sisi utara dan selatan bangunan utama.

2. Paviliun

Sementara itu, di sisi selatan masjid terdapat bangunan bertingkat bergaya rumah Belanda kontemporer yang disebut tiyamah (paviliun). Bangunan yang dirancang arsitek Belanda, Hendrik Lucasz Cardeel di abad ke-18 itu dulunya menjadi tempat pertemuan penting. Saat ini, bangunan yang berdenah empat persegi panjang, dua tingkat dan masing-masing memiliki tiga buah ruang besar tersebut difungsikan sebagai museum benda peninggalan, khususnya alat perang. Langgam Eropa sangat jelas pada bangunan itu, khususnya pada jendela besar di tingkat atas. Jendela itu dimaksudkan memasukkan sebanyak mungkin cahaya dan udara.

3. Menara

Menara yang menjadi ciri khas sebuah masjid juga dimiliki Masjid Agung Banten. Terletak di sebelah timur masjid, menara ini terbuat dari batu bata dengan ketinggian kurang lebih 24 meter, diameter bagian bawahnya kurang lebih 10 meter. Untuk mencapai ujung menara, ada 83 buah anak tangga yang harus ditapaki dan melewati lorong yang hanya dapat dilewati oleh satu orang. Dari atas menara ini, pengunjung dapat melihat pemandangan di sekitar masjid dan perairan lepas pantai, karena jarak antara menara dengan laut hanya sekitar 1,5 km. Catatan Dirk van Lier di tahun 1659 maupun Wouter Schouten yang datang pada tahun 1661 menyebut, menara masih digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata/amunisi orang Banten. Kemudian baru antara lain tulisan Stavorinus yang menulis tentang Banten tahun 1769 menyebut menara sebagai tempat memanggil orang untuk bersembahyang.

Berita itu menunjukkan pula menara telah dibangun tidak berselang lama dengan pembangunan masjid. Dari hasil penelusuran Dr KC Crucq, yang pernah dimuat dalam karangannya berjudul Aanteekeningen Over de Manara te Banten (Beberapa Catatan tentang Menara di Banten) yang dipublikasikan dalam Tidscrift Voor de Indische Taal, Land and Volkenkunde van Nederlandsch Indie, dinyatakan, menara dibangun pada masa Sultan Maulana Hasanudin ketika putranya Maulana Yusuf sudah dewasa dan menikah.

4. Bagian Masjid

Keunikan nampak pada umpak dari batu andesit yang berbentuk labu dengan ukuran besar. Undak-undak batu ini terdapat di setiap dasar masjid, pendopo, dan kolam untuk wudhu. Undak besar seperti ini tidak terdapat di masjid-masjid di Pulau Jawa, kecuali di bekas reruntuhan masjid Kesultanan Mataram di daerah Plered, Bantul, Yogyakarta.

Selain itu juga terdapat alat pengukur waktu shalat yang berbentuk lingkaran pada bagian depan masjid, dengan bagian atas berbentuk seperti kubah. Ada bagian atas kubahnya ditancapkan kawat berbentuk lidi. Melalui bayangan dari kawat itulah dapat diketahui kapan waktu shalat tiba. Begitu pula dengan bentuk mimbar yang besar dan antik, tempat imam yang berbentuk kecil, sempit, dan sederhana juga menunjukkan kekhasan masjid ini.

5. Makam

Di serambi kiri masjid ini terdapat makam Sultan Maulana Hasanuddin dengan permaisurinya, Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Abu Nashr Abdul Kahhar (Sultan Haji). Sementara di serambi kanan, terdapat makam Sultan Maulana Muhammad, Sultan Zainul Abidin, Sultan Abdul Fattah, Pangeran Aria, Sultan Mukhyi, Sultan Abdul Mufakhir, Sultan Zainul Arifin, Sultan Zainul Asikin, Sultan Syarifuddin, Ratu Salamah, Ratu Latifah, dan Ratu Masmudah.

1 komentar:

Wujudkan Rumah Impian Anda mengatakan...

Wujudkan Rumah Impian Anda

JASA KONSULTAN ARSITEK KONTRAKTOR DAN DESAIN INTERIOR

Untuk anda yang membutuhkan jasa arsitek dan kontraktor berpengalaman. Silahkan hubungi kami untuk mewujudkan rumah impian anda.

Kunjungi—> http://www.konsultan-arsitektur.com/

Apapun itu jenis hunian yang ditawarkan, seperti:
1. Rumah Mewah / Villa
2. Hotel / Apartement
3. Mall, Ruko / Rukan / Kantor
4. Cafe / Restaurant / Playland

Untuk memenuhi keinginan klien & owner, harga yang terjangkau di tengah pasar yang kompetitf dengan tetap dapat mengurangi biaya desain & pembangunan apabila anda menggunakan jasa arsitek & kontraktor dari kami.

Dengan produk jasa yang akan diterima, yaitu:
1. Design Architecture + Estimation Cost (RAB)
2. Prespektif Warna 3Dimensi
3. Sub Drawing
4. Project Supervising
5. Design & Build
6. Landscaping

Hubungi segera :
PT. Diorindo Graha Perkasa
Jl. Harapan Mulia Raya no.1B
Kemayoran-Jakarta
Telp: (021) - 4287 6180
Mobile: (021) - 9138 6230
Email: elevenstudios@yahoo.co.id
Untuk konsultasi silahkan klik di sini...

Poskan Komentar